Featured Posts
Download
Kumpulan File Ceramah Ramadhan 1430 H (2009)
1. Ceramah Tarawih
- KH. Aly Baqir Zen, Lc (Pasuruan)
- DR.H. Zen an-Najah (Jakarta)
- DR. Khoiruddin Bashori (Yogyakarta)
- Drs. H. Misbahul Munir (Bontang)
- KH. Syakerani Naseri (Banjarmasin)
- Ustadz H. Mudzakir M. Arif, MA (Jakarta)
- Ustadz H. Jamariah (Bontang)
- Ustadz H. Boby Herwibowo, Lc (Jakarta)
- Ustadz Didik Purwodarsono (Yogyakarta)
- Ustadz Yasir Tajid (Surabaya)
- Ustadz Puji Hartono (Yogyakarta)
- Ustadz Taufik Hamim, Lc (Jakarta)
- Ustadz H. Farouk Zainudin (Pasuruan)
- Ustadz Drs. H. Anas Adnan (Surabaya)
- Dr. H. Zainal Muttaqien (Yogyakarta)
- Ustadz HM. Ferous (Bogor)
- Drs. H. Fahrur Rozie, M.Ag (Semarang)
2. Kuliah Shubuh
- KH. Aly Baqir Zen, Lc (Pasuruan)
- DR.H. Zen an-Najah (Jakarta)
- DR. Khoiruddin Bashori (Yogyakarta)
- Ustadz Tulus Mustofa (Yogyakarta)
- KH. Syakerani Naseri (Banjarmasin)
- Ustadz H. Mudzakir M. Arif, MA (Jakarta)
- Ustadz H. Jamariah (Bontang)
- Ustadz H. Boby Herwibowo, Lc (Jakarta)
- Ustadz Didik Purwodarsono (Yogyakarta)
- Ustadz Yasir Tajid (Surabaya)
- Ustadz Puji Hartono (Yogyakarta)
- Ustadz Taufik Hamim, Lc (Jakarta)
- Ustadz H. Farouk Zainudin (Pasuruan)
- Ustadz Drs. M. Anas Adnan (Surabaya)
- Dr. H. Zainal Muttaqien (Yogyakarta)
- Ustadz HM. Ferous (Bogor)
3. Tabligh Akbar
KH. Moh. Subadar Pengasuh Ponpes Raudlatul 'Ulum Pasuruan : Download Tabligh Akbar 12 Juni 2009
Klik pada link untuk mendownload file ceramah
Tahajjud Sembuhkan Segala Penyakit
| “Dan pada sebagian malam bertahajjudlah dengannya sebagai tambahan bagimu.Mudah- mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”. (Al Isra’: 79) |
Mengapa Allah menyuruh kita bangun bangun di tengah malam untuk melaksanakan sholat tahajjud? Apa rahasia di balik perintah Allah tersebut? Apakah betul orang-orang yang bertahajjud di tengah malam akan diangkat Alllah ke tempat yang terpuji?
Sholat Tahajjud, Stress, dan Hormon Kortisol (Hormon Stress)
Siapa bilang ajaran dalam agama Islam hanya dogma & doktrin. Prof.Dr.Muhammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, telah mampu membantah pandangan tersebut melalui desertasi yang ia pertahankan sehingga mendapatkan gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada program pasca sarjana Universitas Surabaya, dengan judul “Pengaruh Sholat Tahajjud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik : Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi” , menyimpulkan jika anda melakukan sholat tahajjud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas, dan khusyu’ niscaya anda akan terbebas dari penyakit infeksi dan kanker.
Hormon Kortisol Rendah
Desertasi ini melibatkan 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa, hanya 23 yang sanggup menjalankan sholat tahajjud selama 1 bulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahajjud selama 2 bulan. Sholat tahajjud dimulai pukul 2.00 - 3.00 WIB sebanyak 11 roka’at, dengan dua roka’at sebanyak 4 kali dan ditutup sholat witir sebanyak 3 roka’at. Dan selanjutnya, hormon kortisol (hormon stress) dari 19 siswa tersebut diperiksa di 3 laboratorium di Surabaya (Pramitha, Prodia, dan Klinika).
Apa yang terjadi? Para siswa yang sholat tahajjud dengan rutin dan ikhlas berbeda dengan siswa yang tidak melaksanakan sholat tahajjud. Mereka yang melaksanakan sholat tahajjud tersebut memiliki kadar hormon kortisol yang rendah. Hal ini menandakan mereka memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan kemampuan individu yang tangguh sehingga mampu menanggulangi masalah-masalah sulit dengan lebih stabil.
Hormon kortisol adalah salah satu hormon stress. Kadar hormon ini semakin meninggi ketika kita dalam keadaan stress. Dengan kadar hormon yang meninggi kita lebih mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi, dan daya ingat kita kurang baik. Hormon ini oleh pakar kesehatan dijadikan tolak ukur untuk tingkat/derajat stress seseorang. Makin stress seseorang, maka hormon kortisol semakin meninggi dalam darahnya. Hormon kortisol memiliki kadar tertinggi di waktu tengah malam hingga waktu pagi, terutama pagi-pagi sekali (normal di pagi hari berkisar 38-690 mmol/liter, sedangkan malamnya 69-345 mmol/liter).
Stress dan depresi menjadi penyakit yang lazim di zaman sekarang ini. Stress sebenarnya keadaan yang positif bagi kita jika digunakan dalam keadaan yang masih wajar. Jika berlebihan, maka kadar hormon adrenalin dan hormon kortisol akan meningkat sehingga mengganggu sistem kekebalan tubuh yang akhirnya kita mudah terkena infeksi, penyakit maag, asma, dan memperburuk penyakit degeneratif kronis (kanker, diabetes,rematik dan lain-lain).
Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin, ikhlas, dan khusyu’ akan mampu menciptakan karakter baru serta tangguh bagi pelaksananya, sehingga kita akan memiliki persepsi dan motivasi yang positif yang nantinya akan terhindar dari stress. Mungkin itulah maksud firman Allah pada surah Al-Isra’ :79 di atas tentang diangkatnya para pelaksana sholat tahajjud ke tempat yang terpuji, Allahu’alam (Allah yang Maha Tahu).
Mengapa harus tengah malam?
Kata tahajjud terambil dari kata hujud yang berarti tidur. Kata Tahajjud dipahami oleh al-Biqai dalam arti tinggalkan tidur untuk melakukan sholat. Sholat ini juga dinamakan sholat lail/sholat malam, karena ia dilaksanakan di waktu malam yang sama dengan waktu tidur.
Apa rahasia bangun di tenah malam untuk sholat tahajjud? Hal ini telah dijawab Allah pada surah al-Muzzammil ayat 6-7, berbunyi :” Sesungguhnya bangun di waktu malam, dia lebih berat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya bagimu di siang hari kesibukan yang panjang”.
Dari ayat tersebut ada 2 hal yang begitu mengesankan kita. Pertama, sengaja untuk bangun malam. Kedua, bacaan di malam hari memiliki efek dan dampak yang lebih mengesankan. Sengaja bangun malam hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki niat kuat. Niat yang kuat pasti didorong oleh motivasi yang kuat, sehingga pekerjaan tersebut akan dilakukan dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh. Apalagi sholat tahajjud adalah sholat sunnah, InsyaAllah orang yang melaksanakan sholat sunnah adalah orang yang memang punya niat yang ikhlas & motivasi yang kuat. Lain halnya dengan sholat wajib, terkadang kita melaksanakan sholat wajib hanya sekedar “gugur kewajiban”. Sholat tahajjud dilakukan harus setelah tidur (meskipun sebentar). Apa manfaatnya? Bangun tidur pasti pikiran kita lebih segar. Bayangkan dalam 1 hari, jantung kita berdetak 100.000 kali, darah kita mengalir melalui 17 juta mil arteri, urat darah halus dan juga pembuluh-pembuluh darah. Tanpa kita sadari rata-rata sehari kita berbicara 4.000 kata, bernafas sebanyak 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750 kali, dan mengoperasikan 14 milyar sel otak.
Manusia perlu istirahat. Dan tidur adalah istirahat yang sangat baik menurut ilmu kesehatan. Dengan tidur berarti terjadi proses pemulihan sel tubuh, penambahan kekuatan dan otak kita kembali berfungsi dengan sangat baik. Tak heran jika Allah berkehendak agar sholat tahajjud dikerjakan setelah tidur. Dengan pikiran yang fresh akan membantu kita untuk lebih khusyu’ memaknai ayat-ayat Allah yang kita baca.
Bacaan di malam hari lebih mengensankan dibandingkan di siang hari, mengapa demikian? Orang yang hobinya break-breakan (ORARI), mereka lebih senang akan memilih berkomunikasi di malam hari kira-kira pukul 2.00 - 4.00, karena suara yang dihasilkan di waktu itu lebih cukup bagus dan jernih, walaupun daya jangkauannya sangat jauh. Berbeda dengan siang hari, suara breaker tidak begitu jelas karena banyak frekuensi yang mengganggu.
Ini menandakan, bangun di tengah malam dan bersholat tahajjud sangat baik untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Dan komunikasi yang kita lakukan semuanya berbasis pada pancaran energi. Penulis punya pengalaman menarik terhadap seseorang yang berumur paruh baya ketika berbicara dalam sebuah forum, di mana tutur katanya begitu santun didengar, wajahnya penuh percaya diri dan enak dipandang, memiliki karakter yang kuat untuk mempengaruhi orang yang berinteraksi dengannya. Pada sebuah kesempatan penulis bertanya : “Apa kira-kira rahasia kelebihan yang saudara miliki selama ini?”. Ia menjawab dengan singkat dan satun : “Disiplinkan diri dengan ber sholat tahajjud”.
Meditasi dan Tahajjud
Meditasi berarti keheningan, diam dan kesendirian. Keheningan muncul apabila pikiran sadar kita telah berhenti sepenuhnya.
John Kehoe, penulis buku terlaris “Mind Power” pernah melakukan tapa brata dengan menyingkirkan diri dari hiruk-pikuk dunia, kemudian menyepi di dalam hutan untuk melakukan meditasi. Hal ini ia lakukan untuk menembus batas kesadaran tertinggi atau lapisan terdalam pikiran bawah sadarnya melalui kesunyian dan pencarian diri.
Banyak dari mereka melakukan metode meditasi lewat relaksasi senam ringan, olah nafas, pergi ke tempat sunyi dengan menghidupkan kaset-kaset, CD pencerahan. Bahkan ada yang menggunakan aroma terapi wewangian, tak heran terlalu besar biaya yang dikeluarkan hanya untuk bermeditasi saja.
Padahal Allah telah memberikan jalan alternafif kepada kita pada 14 abad yang lalu untuk lebih dekat dengan-Nya lewat pelaksanaan sholat malam karena sholat adalah salah satu bentuk meditasi. Selama ini kita terjebak pada belenggu diri kita sendiri yang menjadikan sholat sebagai kewajiban semata, bukan sebuah kebutuhan, kalau tidak sholat akan masuk neraka, terkesan Tuhan yang membutuhkan kita.
Padahal untuk melakukan sholat tahajjud kita tak perlu ke hutan, mengasingkan diri, cukup bangun di tengah malam kemudian berwudhu (bersuci) secara sederhana menurut rukun dan syaratnya. Tak perlu biaya mahal, hanya perlu tempat, dan sajadah yang bersih.
(dikutip dari : Tabloid NURANI )
Sumber:http://alhakim.wordpress.com Link to Article:Click HereGerhana Matahari Total 22 Juli 2009
Oleh : DR. Rinto Anugraha *)
Diposting oleh : admin
Pada 22 Juli 2009

Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman, "Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang." (Ibrahim:33).
Allah SWT juga berfirman, "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya." (Yasin:40)
Pada hari Rabu, 22 Juli 2009, Insya Allah akan terjadi gerhana matahari total (total solar eclipse). Gerhana matahari terjadi ketika matahari-bulan-bumi terletak pada satu garis lurus. Karena itu, gerhana matahari selalu terjadi saat bulan baru (new moon), meskipun tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari. Gerhana matahari bersifat total jika ada permukaan bumi yang terkena bayangan umbra bulan.
Pada tulisan ini, penulis tidak akan banyak menjelaskan secara detail tentang gerhana matahari total tersebut. Pembaca dapat membaca banyak referensi di buku sains, artikel maupun internet. Dalam tulisan ini, penulis hanya ingin menjelaskan, bagaimana cara menentukan daerah manakah yang merasakan gerhana total, berapakah koordinat (bujur, lintang geografis) yang bisa menyaksikan gerhana total tersebut, kapankah gerhana total terjadi di tempat itu, berapakah lebar daerah di tempat tersebut yang merasakan gerhana total, berapakah ketinggian (altitude) dan azimuth matahari saat itu dan lain-lain. Untuk dapat menentukan semua pertanyaan di atas, ada satu kata kunci yaitu angka-angka atau elemen Bessel (Besselian elements). Dengan mengetahui angka-angka Bessel pada suatu gerhana matahari, maka kita akan dapat mengetahui detail keadaan gerhana di bumi dari awal hingga akhir.
Sebenarnya, pembaca dapat merujuk pada prediksi dan perhitungan gerhana matahari 22 Juli 2009 yang dirilis oleh NASA dengan alamat
http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEmono/TSE2009/TSE2009.html
NASA juga mengeluarkan semacam technical publication (TP) untuk gerhana matahari ini yang dapat diunduh di
http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEpubs/20090722/TP214169a.pdf
Berikut ini ringkasan prediksi/perhitungan gerhana yang dikeluarkan oleh Fred Espenak, astronom NASA yang dijuluki Mr. Eclipse. Lintasan bayangan umbra bulan berawal di India dan bergerak melewati Nepal, Bangladesh, Bhutan, Myanmar dan China. Setelah meninggalkan daratan Asia, lintasan tersebut melewati kepulauan Okinawa (Jepang selatan). Lintasannya lalu membelok ke arah tenggara menuju samudera Pasifik.
Sementara itu lintasan bayangan penumbra bulan dapat diamati di sebagian besar Asia (Tengah, Selatan, Timur, Tenggara) dan Samudera Pasifik. Khusus untuk Indonesia, daerah yang dapat mengamati gerhana parsial adalah sebagian Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi terutama daerah Utara, serta seluruh Papua.
Lebih detail, lintasan gerhana matahari total pada tanggal 22 Juli 2009 terdapat pada Gambar 1.

Gambar 1. Lintasan Gerhana Matahari 22 Juli 2009. Dikutip dari NASA.
Hasil perhitungan menurut NASA (Fred Espenak) adalah sebagai berikut (lihat tabel 4 pada technical publication NASA halaman 27). Agar tidak terlampau banyak hasil yang ditampilkan, disini hanya disajikan hasil dalam rentang 30 menit.
-
Permulaan gerhana pukul 0:52:54 UT, lintang 20:21:42 N, bujur 70:31:6 E, altitude matahari 0 derajat, azimuth matahari 68,3 derajat, lebar lintasan 205,5 km, durasi gerhana total 3 menit 9 detik.
-
Pukul 1 UT, 27:5:54 N, 91:2:6 E, 21,5 derajat, 77,5 derajat, 225 km, 4 menit 6 detik.
-
Pukul 1:30 UT, 30:49 N, 116:16:6 E, 50,2 derajat, 94,9 derajat, 245 km, 5 menit 36 detik.
-
Pukul 2 UT, 29:9:42 N, 131:5:54 E, 69,4 derajat, 110,9 derajat, 255 km, 6 menit 24 detik.
-
Pukul 2:30 UT, 25:7:24 N, 142:20:24 E, 84,9 derajat, 161 derajat, 258 km, 6 menit 39 detik.
-
Pukul 3 UT, 19:20:24 N, 151:58:54 E, 75,5 derajat, 276,3 derajat, 258 km, 6 menit 24 detik.
-
Pukul 3:30 UT, 11:46:24 N, 161:46:12 E, 57,5 derajat, 289,4 derajat, 255 km, 5 menit 44 detik.
-
Pukul 4 UT, 1:15:24 N, 175:23:6 E, 34,2 derajat, 293,8 derajat, 241 km, 4 menit 37 detik.
-
Akhir gerhana total pukul 4:17:48 UT, 12:54:42 S, 157:41:18 W, 0 derajat, 290,8 derajat, 205 km, 3 menit 9 detik.
Setelah dijelaskan hasil perhitungan NASA di atas, selanjutnya penulis ingin menyampaikan bagaimana cara menghitung seperti halnya perhitungan NASA di atas. Cara menghitung dimanakah koordinat di bumi yang terkena gerhana matahari total memang lumayan panjang, tetapi tidak sulit karena hanya perhitungan matematik biasa.
Terlebih dahulu harus diketahui angka-angka Bessel (Besselian elements) untuk gerhana tersebut. Angka-angka Bessel tersebut berasal dari perpaduan algoritma VSOP87 (matahari) dan ELP2000-82 (bulan). Angka-angka tersebut dapat dilihat di buku Elements of Solar Eclipses 1951-2200 karya Jean Meeus, maupun Report yang dikeluarkan oleh NASA untuk gerhana matahari 22 Juli 2009. Angka-angka Bessel untuk setiap gerhana matahari berbeda-beda. Angka Bessel ini digunakan untuk menentukan tempat (bujur, lintang) di bumi yang terkena garis umbra, lebar garis umbra, lama maksimum gerhana di tersebut, ketinggian (alitude) matahari dan azimuth yang diamati dari tempat tersebut dan lain-lain.
Disini penulis mengambil angka Bessel yang berasal dari buku karya Jean Meeus tersebut. Angka-angka Bessel tersebut untuk gerhana matahari 22 Juli 2009 adalah sebagai berikut:
-
Waktu referensi (T0) = pukul 3 TD.
-
X0 = 0,239953. X1 = 0,5563954. X2 = -0,0000576. X3 = -0,00000943.
-
Y0 = -0,003456. Y1 = -0,1774579. Y2 = -0,0001344. Y3 = 0,00000318.
-
d0 = 20,26424. d1 = -0,007874. d2 = -0,000005.
-
M0 = 223,38822. M1 = 15,001002.
-
L10 = 0,53042. L11 = 0,0000063. L12 = -0,0000128.
-
L20 = -0,015626. L21 = 0,0000063. L22 = -0,0000127.
-
tan f1 = 0,0046014. tan f2 = 0,0045784.
Perlu diingat, angka Bessel di atas hanya untuk gerhana matahari 22 Juli 2009. Untuk gerhana matahari pada waktu yang lain, angka Besselnya tentu saja berbeda. Selanjutnya, metode untuk menentukan daerah yang mengalami gerhana matahari total pada tanggal 22 Juli 2009 adalah sebagai berikut.
Misalnya kita ingin mengetahui dimanakah tempat yang mengalami gerhana total pada pukul 2:35:19 UT. Kita ubah waktu UT (Universal Time atau GMT) tersebut menjadi TD (Dynamical Time), yaitu TD = UT + Delta_T. Untuk tahun 2009, Delta_T = 66 detik, sehingga 2:35:19 UT + 66 detik sama dengan pukul 2:36:25 TD = pukul 2,60694444 TD. Karena waktu referensi untuk gerhana ini adalah T0 = 3 TD, maka t = TD - T0 = 2,60694444 - 3 = -0,39305556. Akhirnya dapat dihitung rumus-rumus sekaligus beserta hasilnya sebagai berikut.
-
X = X0 + X1*t + X2*t*t + X3*t*t*t = 0,021250371.
-
Y = Y0 + Y1*t + Y2*t*t + Y3*t*t*t = 0,066273857.
-
d = d0 + d1*t + d2*t*t = 20,26733415 derajat.
-
M = M0 + M1*t = 217,4919928 derajat.
-
L2 = L20 + L21*t + L22*t*t = -0,015630438.
-
X' = X1 + 2X2*t + 3*X3*t*t = 0,556436309.
-
Y' = Y1 + 2Y2*t + 3*Y3*t*t = -0,177350773.
-
w = 1/SQRT(1 - 0,006694385*COS(d)*COS(d)) = 1,00295863.
-
p = M1/57,2957795 = 0,261816876.
-
b = Y' - p*X*SIN(d) = -0,179278045.
-
c = X' + p*Y*SIN(d) = 0,562446924.
-
y1 = w*Y = 0,066469936.
-
b1 = w*SIN(d) = 0,347425752.
-
b2 = 0,99664719*w*SIN(d) = 0,937707499.
-
B = SQRT(1 - X*X - y1*y1) = 0,997562113.
Untuk menentukan koordinat yang terkena bayang-bayang umbra bulan, maka nilai B harus positif. Jika B negatif, maka tidak ada koordinat yang terkena garis umbra/garis sentral pada waktu tersebut.
-
H = ATAN(X/(B*b2 - y1*b1)) = 1,334318687 derajat.
-
fai1 = ASIN(B*b1 + y1*b2) = 24,13626333 derajat.
-
TAN(Lintang) = 1,00336409*TAN(fai1) = 0,449588777.
-
Lintang = 24,20814868 = 24:12:29 derajat.
-
Bujur = H + 0,00417807*Delta_T - M = -215,8819215 derajat = 144,1180785 derajat = 144:7:5 derajat.
Dalam rumus di atas, Delta_T dinyatakan dalam detik. Bujur harus dalam rentang -180 derajat hingga 180 derajat. Jika bujur lebih kecil dari -180 derajat, tambahkan dengan 360 derajat. Jika lebih besar dari 180 derajat, kurangkan dengan 360 derajat. Bujur negatif menunjukkan sebelah barat Greenwich. Bujur positif berarti sebelah timur Greenwich.
-
L2' = L2 - B*tan f2 = -0,020197677.
-
a = c - p*B*COS(d) = 0,317438788.
-
n = SQRT(a*a + b*b) = 0,364565497.
-
Durasi = 7200*ABS(L2')/n = 398,89 detik = 6 menit 39 detik.
Jenis gerhana matahari ini dapat dilihat dari nilai L2'. Jika L2' negatif maka gerhana total. Jika L2' positif maka gerhana cincin. Karena L2' negatif, maka gerhana matahari ini adalah gerhana total. Untuk mengetahui posisi matahari (altitude) saat itu, maka digunakan rumus
-
SIN(Altitude) = SIN(d)*SIN(Lintang) + COS(d)*COS(Lintang)*COS(H) = 0,997403573.
-
Altitude = 85,87028886 derajat = 85:52:13 derajat.
Dengan menggunakan rumus transformasi koordinat dari ekuator ke horison, azimuth matahari juga dapat dihitung = 197,6579012 derajat = 197:39:28 derajat.
-
K = SQRT(B^2 + ((X*a + Y*b)/n)^2) = 0997661577.
-
Lebar lintasan (path width) = 12756*ABS(L2')/K = 258 km.
-
L1' = L10 + L11*t + L12*t*t - B*tan f1 = 0,525825364.
-
Sudut radius bulan /sudut radius matahari = (L1' - L2')/(L1' + L2') = 1,079891498.
Karena perbandingan sudut radius bulan dengan matahari lebih besar dari satu, maka dalam gerhana ini sudut radius bulan lebih besar daripada sudut radius matahari, sehingga sifat gerhana adalah total.
Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa pada pukul 2:35:19 UT, daerah yang terkena gerhana total memiliki koordinat lintang 24:12:29 derajat, bujur 144:7:5 derajat, altitude matahari 85:52:13 derajat, azimuth matahari = 197:39:28 derajat, lebar lintasan gerhana total 258 km, lama gerhana total di tempat tersebut 6 menit 39 detik.
Rumus-rumus di atas sudah penulis susun dalam file MS Excel yang dapat diunduh di
http://www.4shared.com/file/119020611/8afddf1b/gerhana-matahari-total-22-juli-2009.html
Dengan menggunakan file tersebut untuk menentukan koordinat yang terkena gerhana total, maka hasilnya disajikan di bawah ini.
-
Permulaan gerhana terjadi pada pukul 0:52:51,03 UT, koordinat yang mengalami gerhana total terletak pada lintang 20:21:57 N dan bujur 70:33:42 E, altitude matahari 0,04 derajat, azimuth matahari 68,3 derajat, lebar lintasan gerhana total di koordinat tersebut 205 km, lama gerhana total di tempat tersebut 3 menit 9 detik.
-
Pukul 1 UT, 27:5:28 N, 91:2:46 E, 21,47 derajat, 77,46 derajat, 225 km, 4 menit 6 detik.
-
Pukul 1:30 UT, 30:48:24 N, 116:16:23 E, 50,20 derajat, 94,89 derajat, 245 km, 5 menit 37 detik.
-
Pukul 2 UT, 29:09:04 N, 131:05:59 E, 69,40 derajat, 110,88 derajat, 254 km, 6 menit 25 detik.
-
Pukul 2:30 UT, 25:06:45 N, 142:20:19 E, 84,89 derajat, 160,98 derajat, 258 km, 6 menit 40 detik.
-
Pukul 3 UT, 19:19:46 N, 151:58:46 E, 75,52 derajat, 276,29 derajat, 258 km, 6 menit 24 detik.
-
Pukul 3:30 UT, 11:45:45 N, 161:46:04 E, 57,55 derajat, 289,37 derajat, 254 km, 5 menit 44 detik.
-
Pukul 4 UT, 1:14:46 N, 175:23:00 E, 34,18 derajat, 293,82 derajat, 241 km, 4 menit 37 detik.
-
Akhir gerhana pukul 4:17:47 UT, 12:52:02 S, 157:50:11 W, 0,15 derajat, 290,84 derajat, 205 km, 3 menit 9 detik.
Dengan membandingkan antara kedua perhitungan di atas, nampak bahwa perhitungan yang penulis susun dalam file Excel di atas berdasarkan algoritma Meeus memberikan hasil yang praktis sama dengan hasil perhitungan NASA..Perbedaan posisi koordinat antara kedua perhitungan rata-rata kurang dari satu menit busur. Ketinggian dan azimuth matahari dapat dikatakan persis sama, demikian pula lama waktu (durasi) tempat tersebut merasakan gerhana total. Adapun perbedaan lebar lintasan umbra hanya berkisar 1 km saja. Dengan demikian, pembaca dapat menggunakan file Excel di atas untuk memperoleh gambaran daerah yang merasakan gerhana total.
DR. Rinto Anugraha (Dosen Fisika FMIPA UGM Yogyakarta)
Referensi: # Jean Meeus, Elements of Solar Eclipses 1951-2200, Willmann-Bell, Virginia, 1989. # Jean Meeus, Astronomical Algorithm, Willmann-Bell, Virginia, 1991. # Fred Espenak and J. Anderson, Total Solar Eclipse of 2009 July 22, NASA.
Pusat Pergerakan Lempeng Bumi : MEKKAH ?!
Gambar peta ini menunjukkan Mekkah sebagai “pusat”. Tidak ada yang terlalu menarik dari gambar hitam putih ini, namun adanya wacana untuk Mecca Time sebagai ganti (!) atau cara pandang baru terhadap GMT yang sudah menginternasional sejak berabad lalu, tentunya ada hal yang menarik. Khususnya bagi ummat Islam. Salah satu alasannya adalah Mekah berada Semenanjung Arab, berada di antara Asia, Afrika, dan Eropa. Jika daratan yang ada itu disatukan maka Mekkah berada di pusatnya. Ada kajian ilmiahnya mengenai hal ini. Saya sendiri tidak begitu mengerti lho. Namun, selalu saja memang ada yang menarik untuk dikaji.
Peta di atas, (tapi saya tidak tahu sumber sahihnya dari mana) adalah gambar yang menyajikan Mekkah sebagai pusat dari lingkaran yang dibuat pada peta dua dimensi ini.
Peta ini menggambarkan bahwa jika ditarik lingkaran, maka memberikan gambaran bahwa meluasnya daratan yang menyebabkan terbentuknya semenanjung pada lautan merah (Rea Sea) itu bergerak mengikuti lingkaran-lingkaran yang pusat (asalnya) dari Mekkah.
Jika diperbesar, gambar sebelah ini juga menunjukkan kecenderungan yang sama. Pergerakan daratan (lempeng tektonik) menampakkan tanda-tanda bahwa pusat asalnya memang berada di Mekkah.
Selama ini memang, kita memahami dari pelajaran mengenai pergerakan lempeng tektonik bumi bergerak saling menjauhi atau saling mendekati pada bagian-bagian yang dianalisis saling menjauh pada wilayah yang berdekatan terjadi gesekan. Bukan menganalisis titik awalnya (yang mungkin sangat sulit diprediksinya).
Sulit untuk menemukan kebenarannya, namun bagaimanapun, cara pandang ini menarik. Merekahnya permukaan bumi berawal dari satu titik kekuatan dan itu dimulai dari Mekkah. Mewacanakan untuk membentuk Mecca Time sebagai alat ukur waktu juga adalah satu pencarian kebenaran (dan pembenaran) yang menarik. Apakah kita masih bisa menemukan pada permukaan bumi yang bulat itu bahwa memang pergerakan yang terjadi bermula dari Mekah kemudian menggerakkan daratan.
Jadi tidak semata waktu, tetapi juga banyak hal yang dipahami atau tidak dipahami berawal dari titik tersebut !.
Wallahu alam.
Sumber:http://mayapuspitasari.wordpress.comAir Tawar Segar di Kedalaman Samudera
Oleh: Ir. H. Bambang Pranggono, MBA.Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan
Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi."
(Q.S
Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara
televisi `Discovery' pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli
kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua
yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar
samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan
alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di
bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar
yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air
laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang
membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan
mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin
di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya
halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah
kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan
tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor
muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu
teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman
ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu
berbunyi"Marajal bahraini yaltaqiyaan,
bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan..."
artinya:
Dia
biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa
ditembus.
Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu,
dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak
bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi
pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir
itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang
berbunyi "Yakhruju minhuma lu'lu`u wal
marjaan" artinya
Keluar dari keduanya mutiara dan
marjan." Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an
itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah
dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur'an ini mustahil disusun oleh
Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan
selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman
samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad
yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al
Qur'an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang
seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun memeluk Islam.
Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui
fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu
Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan
oleh air." Bila seorang bertanya, "Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati
ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Selalulah ingat mati dan
membaca Al Quran."

Tujuh wasiat Rasulullah
Rasulullah berwasiat, cintailah fakir-miskin, berbanyak silaturrahmi, jangan suka meminta-minta dan jangan takut celaan dalam berdakwah
Hidayatullah.com--“Dari Abu Dzar ia berkata; “Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tujuh hal:
- supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,
- beliau memerintahku agar aku melihat orang-orang yang di bawahku dan tidak melihat orang yang berada di atasku,
- beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahim dengan karib kerabat meski mereka berlaku kasar kepadaku,
- aku diperintahkan agar memperbanyak ucapan La haula walaa quwwata illa billah,
- aku diperintahkan untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit,
- beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah,
- belaiu melarang aku agar aku tidak meminta-minta sesuatu kepada manusia” (Riwayat Ahmad).
Meski wasiat ini disampaikan kepada Abu Dzar RA, namun hakikatnya untuk kaum Muslimin secara umum. Sebagaimana kaidah: (Al-Khitobu li’umuumil-lafdzi, walaisa min khususil asbab).
- Wasiat pertama, mencintai orang miskin.
- Wasiat kedua, melihat orang yang lebih rendah kedudukannya dalam hal materi dunia.
- Wasiat ketiga, menyambung silaturahim kepada kaum kerabat
- Wasiyat keempat, memperbanyak ucapan ‘La haula walaa quwwata illa bilLah’
- Wasiyat kelima, berani mengatakan kebenaran meskipun pahit
- Wasiyat keenam, tidak takut celaan dalam berdakwah.
- Wasiat ketujuh, tidak suka meminta-minta sesuatu kepada orang lain.
Islam menganjurkan umatnya agar berlaku tawadhu’ (berendah hati) terhadap orang-orang miskin, menolong dan membantu kesulitan mereka. Demikianlah yang dicontohkan para sahabat di antaranya Umar bin Khaththab Radhiallahu anhu (RA) yang terkenal sangat merakyat, Khalifah Abu Bakar yang terkenal dengan sedekah “pikulan”nya, Utsman bin Affan dengan kedermawanannya.
Cintailah dan kasihanilah orang-orang miskin, sebab hidup mereka tidak cukup, diabaikan masyarakat dan tidak diperhatikan. Orang yang mencintai fuqara’ dan masakin dari kaum Muslimin, terutama mereka yang mendirikan shalat, dan taat kepada Allah, maka mereka akan dibela Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) di dunia dan pada hari kiamat.
Sebagaimana sabda Rasulullah,
“Barangsiapa yang menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang Muslim, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (Riwayat Muslim).
Juga sabda beliau,
“Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang jihad fi sabilillah…..” (Riwayat Bukhari). Dalam riwayat lain seperti mendapatkan pahala shalat dan puasa secara terus menerus….
Rasulullah memerintahkan agar kita melihat orang-orang yang berada di bawah kita dalam masalah dunia dan mata pencaharian. Tujuannya, tiada lain agar kita selalu bersyukur dengan nikmat Allah yang ada. Selalu qona’ah (merasa cukup dengan apa yang Allah karuniakan kepada kita), tidak serakah, tidak pula iri dengki dengan kenikmatan orang lain.
Memang rata-rata penyakit manusia selalu melihat ke atas dalam hal harta, kedudukan, dan jabatan. Selama manusia hidup ia selalu merasa kurang dan kurang. Baru merasa cukup manakala mulutnya tersumpal tanah kuburan.
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat orang yang ada di atasmu, karena hal demikian lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” (Riwaat Muttafaqun ‘alaihi).
Sebaliknya dalam masalah agama, ibadah dan ketakwaan, seharusnya kita melihat orang-orang yang di atas kita, yaitu para Nabi, sahabat, orang-orang yang jujur, para syuhada’, para ulama’ dan salafus-shalih.
Silaturahim adalah ungkapan mengenai berbuat baik kepada karib kerabat karena hubungan nasab (keturunan) atau karena perkawinan. Yaitu silaturahim kepada orang tua, kakak, adik, paman, keponakan yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Berbuat baik dan lemah lembut kepada mereka, menyayangi, memperhatikan dan membantu mereka.
Dengan silaturahim, Allah memberikan banyak manfaat. Di antaranya, menjalankan perintah Allah dan rasul-Nya, dengannya akan menumbuhkan sikap saling membantu dan mengetahui keadaan masing-masing. Silaturahmi pula akan memberikan kelapangan rezeki dan umur yang panjang. Sebaliknya bagi yang mengabaikan silaturahim Allah sempitkan hartanya dan tidak memberikan berkah pada umurnya, bahkan Allah tidak memasukkannya ke dalam surga.
Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung silaturahmi” (Riwayat Bukhari).
Rasulullah memerintahkan memperbanyak ucapan La haula walaa quwwata illa bilLah’ agar kita berlepas diri dari merasa tidak mampu. Kita serahkan semuanya kepada Allah. Makna kalimat ini juga sebagai sikap tawakkal, hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada-Nya pula kita memohon pertolongan.
Pada hakekatnya seorang hamba tidak memiliki daya-upaya apapun kecuali dengan pertolongan Allah. Seorang penuntut ilmu tidak bisa duduk di majelis ilmu melainkan dengan pertolongan Allah. Demikian juga seorang guru tidak mungkin bisa mengajarkan ilmu yang manfaat kepada muridnya melainkan dengan pertolongan Allah.
Nabi bersabda :
“Ya Abdullah bin Qois, maukah aku tunjukkan kepadamu atas perbendaharaan dari perbendaharaan surga? (yaitu) ‘La haula walaa quwwata illa billah’ (Riwayat Muttafaqun ‘Alaih).
Kebanyakan orang hanya asal bapak senang (ABS), menjilat agar mendapat simpati dengan mengorbankan kebenaran dan kejujuran. Getirnya kebenaran tidak boleh mencegah kita untuk tidak mengucapkannya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Apabila sesuatu itu sudah jelas sebagai sesuatu yang haram, bid’ah, munkar, batil, dan syirik, maka jangan sampai kita takut menerangkannya.
Sesungguhnya jihad yang paling utama ialah mengatakan kalimat kebenaran (haq) kepada penguasa yang zalim. Bukan dengan cara menghujat aib mereka di mimbar-mimbar, tidak dengan aksi orasi, demonstrasi, dan provokasi.
“Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa, janganlah ia tampakkan dengan terang-terangan. Hendaklah ia pegang tangannya lalu menyendiri dengannya. Kalau penguasa itu mau mendengar nasehat itu, maka itu yang terbaik. Dan apabila penguasa itu enggan, maka ia sungguh telah melaksanakan kewajiban amanah yang dibebankan kepadanya” (Riwayat Ahmad)
Betapa berat resiko dakwah yang Rasulullah dan sahabat alami. Mereka harus menderita karena mendapat celaan, ejekan, fitnah, boikot. Juga pengejaran, lemparan kotoran, dimusuhi, diteror, dan dibunuh.
Manusia yang sakit hatinya kadang-kadang tidak mau menerima dengan penjelasan dakwah, maka para pendakwah harus sabar menyampaikan dengan ilmu dan hikmah. Jika dai mendapat penolakan dan cercaan jangan sampai mundur. Maka para penyeru tauhid, penyeru kebenaran jangan berhenti hanya dengan di cerca.
“(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut dengan siapapun selain Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan” (Al-Ahzab [33]: 39).
Orang yang dicintai Allah, Rasul dan manusia, adalah mereka yang tidak meminta-minta. Seorang Muslim harus berusaha makan dari hasil jerih payah tangannya sendiri. Seorang Muslim harus berusaha memenuhi hajat hidupnya sendiri dan tidak boleh selalu mengharapkan belas kasihan orang.
“Sungguh, seseorang dari kalian mengambil tali, lalu membawa seikat kayu bakar di punggungnya, kemudian ia menjualnya, sehingga dengannya Allah menjaga kehormatannya. Itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada manusia. Mereka bisa memberi atau tidak memberi” (Riwayat Bukhori).
Demikianlah 7 wasiat Rasulullah SAW. Semoga kita bisa menunaikannya.
[Abu Hasan-Husain/diambil dari Majalah Suara Hidayatullah edisi Mei 2008/www.hidayatullah.com]

Memaknai Isra Mi'raj
Isra Mikraj merupakan peristiwa paling agung yang pernah dialami Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Ini adalah wisata rohani sebagai jamuan istimewa dari Allah SWT untuk menghibur dan menguatkan hatinya setelah ditinggalkan orang-orang yang paling ia cintai, istri (Siti Khadijah) dan pamannya (Abu Thalib).
Bagi Nabi, Isra tidak sekadar perjalanan malam hari dari Masjid al-Haram di Makkah al-Mukarramah menuju Masjid al-Aqsha di Jerusalem. Lebih dari itu, maknanya, membuka mata, hati, dan cakrawala dunia betapa luas dan besarnya ciptaan serta amanat yang diberikan Tuhan kepadanya sebagai nabi terakhir, penutup, dan penyempurna risalah Islam hingga akhir zaman nanti. Dengan begitu, Isra berarti memuat tamsil dan replika kehidupan umat manusia ke depan yang harus diantisipasi dan diprogram dengan baik dan benar.
Sementara itu, Mikraj lebih bertendensi ritual dan spiritual. Yaitu perjalanan vertikal transendental dari Qubbah As-Sakhrah menuju ke Sidrat al-Muntaha, lalu kemudian kembali ke bumi untuk kedua kalinya. Dalam Mikraj inilah Nabi menerima perintah salat dan yang lebih penting, ia dapat berdialog dan berkomunikasi dengan Tuhan secara langsung. Ini mengandung makna bahwa tingkat pengalaman spiritual seseorang itu diukur sejauh mana ia dapat berjumpa dan berdialog dengan Tuhannya. Karena itu, dalam ritual salat, orang dituntut untuk lebih khusyuk dan konsentrasi.
Jika ditarik garis lurus dari peristiwa fenomenal ini, Isra dan Mikraj, kita dapat menemukan pesan spiritual dan sosial di dalamnya. Sebuah pesan yang tidak semata-mata berorientasi pada urusan ketuhanan belaka, tapi juga kemanusiaan seperti keadilan, kesetaraan, keadaban, kejujuran, cinta, dan kasih sayang.
Relevansinya bagi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat seperti sekarang ini. Pertama; para pejabat pemerintah, elite politik, konglomerat, bangsawan, dan tokoh masyarakat, hendaknya melakukan isra. Yaitu kontemplasi dan perenungan pada malam hari atas kondisi riil rakyat yang tengah dihadapi.
Mereka harus membuka mata bagaimana sengsaranya orang yang hidup dalam jurang kemiskinan, kelaparan, gizi buruk, dan busung lapar. Belum lagi bertambahnya jumlah pengangguran yang kian meningkat, tindak kriminal yang terus merajalela, dan setumpuk problem sosial lainnya yang harus dicarikan solusinya. Bagaimanapun juga problem sosial yang tengah dihadapi bangsa kita ini adalah bagian dari tanggung jawab mereka.
Dan kedua, mereka juga hendaknya melakukan mikraj. Yaitu meningkatkan ibadah formal seperti salat, puasa, dan zakat agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan begitu, mereka tidak lagi melakukan korupsi, merampas hak orang, dan tindak keji lainnya yang dapat merugikan orang lain.
Selama lebih dari 14 abad hingga kini, umat Islam lebih disibukkan soal apakah Isra Mikraj itu riil atau tidak. Apakah hanya khayalan Nabi Muhammad dan tipu muslihatnya saja atau memang benar-benar terjadi dan merupakan perintah dari Allah SWT?
Yang penting bagi kita, Isra Mikraj mengandung makna yang mendalam (spiritual dan sosial) dan merupakan gambaran atas realitas yang akan dihadapi umat manusia di dunia dan di akhirat nanti. Maka, yang kita perlukan ke depan adalah kesinambungan dan keseimbangan antara langit dan bumi, antara ketuhanan dan kemanusiaan, atau antara spiritual dan sosial.
Perlu diketahui, jika konsep dunia-akhirat (Isra-Mikraj) tidak dimaknai dengan baik sesuai dengan porsi dan proporsi masing-masing, akan terjadi krisis multidimensi di seluruh tatanan kehidupan berbangsa dan beragama seperti dialami Indonesia saat ini. Dalam tataran kebangsaan dan kenegaraan, orang akan lebih mudah untuk melakukan korupsi, kejahatan, penipuan, dan menindas bangsanya sendiri. Sementara itu, pada tataran keagamaan, orang akan meninggalkan norma-norma agama, dan bahkan berani untuk melecehkan perintah agama.
Semoga dari refleksi Isra Mikraj tahun ini, 27 Rajab 1429 H, kita bisa memetik hikmah dan makna yang terkandung di dalamnya serta dapat diwujudkan dalam hidup berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Atas segala jasanya, marilah kita haturkan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW.
Oleh Mohamad Asrori Mulky
Analis Religious Freedom Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Universitas Paramadina Jakarta
Sumber: www.mediaindonesia.com



